Seminar Golden Heart

Seminar Inspirasi Hidup Menghadapi UN di SMPN 4 Bogor dengan peserta 250 orang. More »

Pelatihan Golden Heart Bekerja Dengan Nurani

Pelatihan para pimpinan Bank BPR se-Sumatera Barat. Selama 2 hari di Bukit Tinggi - Sumatera Barat More »

LDKS SMP Suluh Jakarta

Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS & Ketua Ekskul SMP Suluh-Jakarta. Bersama CagiCenter.com More »

Muhasabah Golden Heart

Muhasabah para guru dan staf SMPN 6 Bogor. Puncak-Bogor More »

Bersama Santri Daarul Multazam

Santri Penghafal Al-Qur\\\'an Daarul Multazam, untuk santri yatim dhuafa BEBAS BIAYA. Salurkan Sedekah sobat untuk Kebutuhan dan Pengembangan Para Santri sebagai generasi penerus bangsa | Rek an. Yay. Daarul Multazam Mandiri #BSM 7052479805 #BTN Syariah 7473000307 | www.DaarulMultazam.com More »

 

Pemanfaatan Hasil Sembelihan Qurban yang Dibolehkan

Pemanfaatan Hasil Sembelihan Qurban yang DibolehkanAllah Ta’ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al Hajj: 28)

Puasa Arafah Saat Wukuf

Bolehkah puasa arafah saat wukufPuasa Arafah Saat Wukuf ?

Yang sekarang menjadi pertanyaan adalah bila kebetulan satu pemerintahan menetapkan tanggal yang berbeda dengan ketetapan pemerintah Saudi Arabia dalam masalah wukuf di Arafah, lalu apakah rakyat yang tinggal di negeri itu ikut puasa dengan tanggal yang ditetapkan pemerintah Saudi, ataukah tetap dengan tanggal yang telah ditetapkan oleh pemerintah negerinya sendiri?

Upah Jagal dan Jatah Panitia dari Hasil Qurban

Upah Jagal dan Jatah Panitia dari Hasil QurbanSebagian jagal (tukang sembelih qurban) kadang mengambil jatah upahnya dari daging sembelihan qurban, walau ia juga sudah mendapatkan jatah bayaran. Kadang juga sebagai upah, jagal tersebut diberi kulit. Terkadang ia pun mendapatkan jatah daging yang lebih dari pembagian lainnya pada masyarakat.

Apakah Qurban Tetap Sah Jika Pequrban Mencukur Rambut dan Kuku

mencukur rambut berqurbanDiterangkan sebelumnya bahwa jika telah masuk 1 Dzulhijjah, maka tidak boleh pequrban memotong rambut dan kuku hingga hewan qurbannya disembelih. Bagaimana jika ada yang sengaja melakukannya? Apakah qurban (udhiyah) yang dilakukan tetap sah?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah menerangkan,

نعم ، تكون مقبولة لكنه يكون عاصياً ، وأما ما اشتهر عند العوام أنه إذا أخذ الإنسان من شعره أو ظفره أو بشرته في أيام العشر فإنه لا أضحية له فهذا ليس بصحيح ، لأنه لا علاقة بين صحة الأضحية والأخذ من هذه الثلاثة

Na’am, qurban yang dilakukan tetap diterima (sah) namun yang melanggar terkena dosa. Sedangkan persepsi orang awam yang menganggap qurbannya jadi tidak sah jika ada yang mencukur rambut kepala, memotong kuku atau mencabut bulu badannya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka ini adalah anggapan yang tidak benar. Karena sebenarnya tidak ada kaitan antara sahnya qurban dengan mencabut ketiga hal tadi.”  Syarhul Mumthi’, 7: 533

Wallahu a’lam.

Hukum Mencukur Rambut bagi Keluarga Pequrban

mencukur rambut berqurbanLarangan mencukur rambut hanya berlaku pada shohibul udhiyah atau shohibul qurban, yaitu siapa pemilih hewan qurban tersebut.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz -semoga Allah merahmati beliau- berkata, “Keluarga shohibul qurban tidak punya kewajiban apa-apa.  Keluarganya tidak dilarang dari mencukur rambut dan memotong kuku, demikian pendapat yang tepat dari pendapat yang ada. Larangan tadi hanya berlaku untuk orang yang berqurban secara khusus di mana ia adalah yang membeli qurban dengan hartanya.” (Fatawa Islamiyah, 2: 316).

Hukum Pekurban Tidak Menyaksikan Penyembelihan Kurban

hukum pequrban tidak menyaksikan penyembelihan qurbanApakah wajib shohibul kurban menghadiri prosesi penyembelihan jika ia telah wakilkan pada suatu panitia kurban? Bagaimana jika ia tidak menghadirinya?

Dalam Fatwa Islam Web disebutkan:

Menghadiri prosesi penyembelihan bukanlah syarat keabsahan kurban. Bahkan jika seseorang mewakilkan kurbannya pada suatu kepanitiaan misalnya lantas ia tidak menghadiri penyembelihannya, maka kurbannya tetap sah. Menghadiri prosesi tersebut hanyalah sunnah, bukan wajib.

Al Bahuti dalam Ar Roudh berkata,

ويتولاها أي الأضحية صاحبها إن قدر أو يوكل مسلما ويشهدها، أي يحضر ذبحها إن وكل فيه. انتهى.

“Hendaklah shohibul kurban mengurus kurbannya sendiri. Namun ia boleh pula mewakilkan muslim yang lain dan ia menyaksikan prosesi penyembelihan ketika diwakilkan.”

Wallahu a’lam, hanyalah Allah yang memberi taufik.

 

Referensi:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=149443

Artikel www.rumaysho.com

Saat Suamiku Dalam Kekurangan

cara menjadi isteri sholihahMenjadi seorang ibu dirumah, merangkap manager pribadi dari para suami, memang bukanlah pekerjaan mudah bagi seorang istri. Perlu banyak tenaga, ketelatenan dan persediaan sabar yang cukup untuk tetap stabil mengatur keuangan apalagi jika memang kenyataan tengah menempatkan kita ditengah kekurangan. Seribu satu pemikiran yaitu campuran dari ketelitian, kreativitas, keuletan, kepuyengan dan rasa syukur di tampilkan demi tetap berputarnya ekonomi keluarga.